BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,12 Persen pada Kuartal II‑2025
Pajak.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh solid pada kuartal II‑2025 yakni sebesar 5,12 persen secara year on year (yoy), dan mencapai 4,04 persen secara quarter to quarter (qtq) dibanding kuartal I‑2025.
Adapun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025 ini tercatat tumbuh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,87 persen yoy.
“Pertumbuhan triwulan II‑2025 bila dibandingkan triwulan II‑2024 secara year on year tumbuh 5,12 persen, bila dibandingkan triwulan I‑2025 secara qtq tumbuh 4,04 persen,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Selasa (5/8/25).
Dari sisi produksi, hampir semua lapangan usaha tumbuh, kecuali sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami kontraksi 2,61 persen. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang melonjak 13,53 persen.
Kemudian, diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,58 persen, dan Penyediaan Akomodasi serta Makan Minum dengan pertumbuhan 6,43 persen. Sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan dalam perekonomian tumbuh masing‑masing sebesar 1,38 persen dan 3,12 persen.
Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK‑P) menunjukkan kenaikan tertinggi hingga 21,05 persen.
Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), nilai ekonomi Indonesia pada kuartal II‑2025 mencapai Rp5.947,0 triliun berdasarkan harga berlaku dan Rp3.396,3 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Analisis struktur PDB menurut lapangan usaha berdasarkan harga berlaku kuartal II‑2025 menunjukkan komposisi ekonomi masih dipimpin oleh sektor Industri Pengolahan (18,67 persen), diikuti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (13,83 persen), serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (13,02 persen).
Sektor Konstruksi menyumbang 9,48 persen dan Pertambangan dan Penggalian memberi andil 8,59 persen. Kelima sektor tersebut secara kolektif menyumbang 63,59 persen dari seluruh struktur PDB nasional.
Adapun, secara tahunan, semua lapangan usaha mencatat pertumbuhan. Jasa Lainnya memimpin dengan kenaikan 11,31 persen, diikuti Jasa Perusahaan (9,31 persen), Transportasi dan Pergudangan (8,52 persen), serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (8,04 persen).
“Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya,” jelasnya.

