BPS: Nilai Ekspor Indonesia Merosot 2,31 Persen jadi 24,24 Miliar Dolar AS pada Oktober 2025
Pajak.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2025 mengalami penurunan 2,31 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 24,24 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Koreksi ini terutama dipicu merosotnya ekspor minyak dan gas (migas) yang anjlok tajam pada sejumlah komoditas utama.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa penurunan ekspor di bulan Oktober kontras dengan kinerja kumulatif Januari hingga Oktober 2025 yang masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai 234,04 miliar dolar AS atau meningkat 6,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Nilai ekspor migas tercatat senilai 10,93 miliar dolar AS atau turun 16,11 persen. Nilai ekspor non-migas tercatat naik sebesar 8,42 persen dengan nilai 223,12 miliar dolar AS,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Senin (1/12/25).
Pudji menerangkan bahwa secara sektoral, peningkatan ekspor non-migas didorong oleh sektor industri pengolahan dan sektor pertanian. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan andil 11,68 persen, dipacu oleh naiknya ekspor minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Dari sisi negara tujuan, ekspor non-migas ke Tiongkok mencapai 52,45 miliar dolar AS atau naik 8,19 persen dibandingkan Januari hingga Oktober 2024. Secara kumulatif, ekspor non-migas ke AS, ASEAN, dan Uni Eropa juga mengalami kenaikan, sedangkan ekspor ke India mencatat penurunan.
Namun demikian, pada Oktober 2025 nilai ekspor justru terkoreksi. Ekspor migas tercatat 0,89 miliar dolar AS atau anjlok 33,60 persen yoy. Sementara itu, ekspor non-migas turun tipis 0,51 persen dengan nilai 23,34 miliar dolar AS. Pudji menjelaskan bahwa penurunan tajam pada ekspor migas menjadi penyumbang utama kontraksi ekspor bulan tersebut.
Penurunan migas dipicu oleh merosotnya nilai ekspor minyak mentah yang turun 54,68 persen dengan andil minus 0,34 persen. Hasil minyak juga turun 40,11 persen dengan andil minus 0,65 persen, sementara ekspor gas turun 26,20 persen dengan andil minus 0,84 persen.
Untuk ekspor non-migas, BPS mencatat bahwa pada Oktober 2025 totalnya mencapai 23,34 miliar dolar AS. Jika dirinci menurut sektor, ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi 0,63 miliar dolar AS. Kemudian sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi sebesar 2,74 miliar dolar AS, sementara sektor industri pengolahan tetap mendominasi dengan kontribusi 19,97 miliar dolar AS.

