Menu
in ,

Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,1 Persen pada 2025

FOTO : IST

Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,1 Persen pada 2025

Pajak.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 dapat menyentuh 5,1 persen, bahkan berpotensi lebih tinggi. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja perekonomian kuartal II-2025 yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,12 persen year on year (yoy), lebih baik dibandingkan kuartal I-2025 yang tumbuh 4,87 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, perbaikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 terutama ditopang oleh investasi yang menguat seiring penanaman modal yang tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga juga menunjukkan peningkatan karena mobilitas masyarakat semakin tinggi.

Dari sisi eksternal, ekspor barang dan jasa naik terdorong front-loading ekspor ke Amerika Serikat (AS) sebagai antisipasi pengenaan tarif, serta lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara.

Secara sektoral, seluruh Lapangan Usaha (LU) mencatat perbaikan, termasuk LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, serta LU Informasi dan Komunikasi. Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi seluruh wilayah Indonesia meningkat, dengan Jawa mencatatkan kinerja tertinggi.

“Dengan realisasi kuartal II 2025 PDB sebesar 5,12 persen, dan arah pergerakan ekonomi ke depan, Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah 4,6–5,4 persen. Berarti sekitar 5,1 persen, bahkan bisa lebih tinggi,” ujar Perry dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (21/8/25).

Semester II-2025 diperkirakan akan mencatat perbaikan pertumbuhan ekonomi, seiring masih kuatnya ekspor dan semakin tingginya permintaan dalam negeri yang ditopang oleh peningkatan belanja pemerintah.

“Pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik didorong oleh tetap positifnya kinerja ekspor dan meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan ekspansi belanja pemerintah,” jelas Perry.

Perry menegaskan, sinergi kebijakan antara pemerintah dan BI akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan. Belanja pemerintah, khususnya melalui implementasi program prioritas, dinilai mampu memberikan dukungan signifikan bagi peningkatan aktivitas ekonomi domestik.

Menurut Perry, BI terus memaksimalkan kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga inflasi rendah serta stabilitas nilai tukar rupiah.

“Bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan rendahnya inflasi dan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Exit mobile version