Menu
in ,

Bank Dunia Prediksi Defisit APBN Indonesia Melebar pada 2027, Purbaya: Sering Meleset

Bank Dunia Prediksi Defisit APBN Indonesia Melebar pada 2027, Purbaya: Sering Meleset

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai laporan Bank Dunia yang memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia berpotensi melebar hingga 2027. Menurutnya, proyeksi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena pengelolaan APBN sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah, bukan bergerak otomatis mengikuti mekanisme pasar.

Purbaya menilai prediksi lembaga internasional kerap tidak sejalan dengan realisasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa arah defisit APBN sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dalam mengendalikan belanja dan meningkatkan pendapatan negara, baik dari sektor pajak, kepabeanan dan cukai, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Bank Dunia ya suka-suka dia, dia prediksi boleh, enggak prediksi juga enggak apa-apa. Tapi kan selama ini juga sering meleset,” kata Purbaya dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Selasa (23/12/25).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai perbaikan struktural, terutama di sektor pajak serta kepabeanan dan cukai. Reformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat basis penerimaan negara sekaligus menekan potensi kebocoran.

Purbaya mencontohkan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lapangan. Implementasi teknologi tersebut diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penerimaan negara.

“Bea Cukai juga sedang diperbaiki kinerjanya. Kita sudah menerapkan AI di lapangan dan harusnya ke depan akan membaik terus. Dari perbaikan AI saja kita bisa dapat Rp1 triliun minimal,” ungkapnya.

Menurut Purbaya, prediksi Bank Dunia dilakukan dengan asumsi kondisi saat ini tidak mengalami perubahan atau ceteris paribus. Padahal, pemerintah Indonesia tengah melakukan berbagai pembenahan kebijakan dan sistem, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara.

Dari sisi belanja, Purbaya memastikan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal. Pengeluaran negara akan disesuaikan dengan kebutuhan dan diarahkan agar tetap berada dalam koridor keberlanjutan fiskal jangka menengah dan panjang.

Ia pun menekankan bahwa pengelolaan APBN dilakukan secara kolektif oleh tim ekonomi pemerintah yang solid. Dengan koordinasi yang kuat, Purbaya optimistis defisit anggaran dapat dikendalikan pada level yang aman dan berkesinambungan.

“Belanja juga kita kendalikan. Bisa saja melebar, bisa saja enggak, tergantung kebutuhan kita. Tapi saya yakin kita akan kendalikan di level yang masih berkesinambungan ke depannya,” katanya.

Menutup pernyataannya, Purbaya meminta masyarakat untuk tidak terlalu terpaku pada satu proyeksi lembaga internasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen dan kapasitas untuk menjaga kesehatan fiskal nasional.

“Jadi jangan terlalu khawatir. Jangan terlalu percaya World Bank,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Bank Dunia dalam laporan terbarunya berjudul Indonesia Economic Prospects (IEP) memproyeksikan defisit APBN Indonesia pada 2025 akan mencapai 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut bahkan diperkirakan terus melebar hingga 2,9 persen pada 2027, atau mendekati batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Leave a Reply

Exit mobile version