in

Relawan Pajak, Jembatan Persuasif Otoritas Pajak

Artikel ini berangkat dari perkembangan teknologi yang tak terbendung sehingga menuntut sistem yang terkomputerisasi dan sumber daya manusia yang terampil dalam mewujudkan kemajuan administrasi khususnya dalam bidang perpajakan.

Dewasa ini pemanfaatan teknologi informasi sangat gencar dilakukan termasuk administrasi perpajakan juga beralih dari konvensional menjadi terkomputerisasi. Berbagai fasilitas pelayanan ditingkatkan salah satunya adalah pelaporan pajak secara online via E-filing. Pelaporan kini jadi lebih praktis karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa batasan waktu kecuali tidak punya kuota dan akses internet.

Penerapan suatu sistem baru tentu saja tidak mudah. Sangat diperlukan adanya sosialisasi kepada Wajib Pajak (WP) untuk menggunakan fasilitas tersebut secara optimum. Kemampuan adaptasi setiap WP untuk mengikuti arus perkembangan teknologi berbeda-beda dan sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan pendidikan mereka. Contoh saja beberapa WP OP yang sudah berumur yang ketika ditanyai alamat email tetapi justru memberikan alamat rumahnya. Contoh lainnya adalah banyak diantara WP yang masih belum paham cara melaporkan pajak secara online. Hal ini menyebabkan antrian pelaporan SPT Tahunan WP OP di Kantor Pelayanan Pajak tetap panjang.

Kendala lain yang timbul adalah minimnya sumber daya manusia yang dimiliki Otoritas Pajak. Perbandingan antara jumlah WP dengan jumlah Pegawai Pajak sangat jauh. WP yang terdaftar berjumlah lebih dari sepuluh juta, sedangkan pegawai pajak jumlahnya tidak sampai seratus ribu orang. Akibatnya Otoritas pajak tidak dapat menjangkau dan melayani keseluruhan WP yang terdaftar.

Peraturan perpajakan yang kompleks dan rumit juga turut berpangaruh dalam menurunkan semangat WP memenuhi kewajiban perpajakannya. Sebagaimana penelitian Kamleitner (2012) WP lebih memilih untuk bekerja untuk menambah kemampuan ekonominya daripada menghabiskan waktu mempelajari peraturan yang belum tentu dapat mereka mengerti. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh sebagian besar WP yang penulis asistensi dan amati. Meskipun Direktorat Jenderal Pajak sudah melakukan sosialisasi, nampaknya sosialisasi tersebut belum mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Daftar Perusahaan Asing Pemungut Pajak Netflix Cs

Penerimaan Pajak Diperkirakan Minus 10% Tahun Ini