in ,

Selandia Baru Bakal Tarik Pajak Ternak Bersendawa

Sayangnya, hampir setengah dari total emisi gas rumah kaca negara itu berasal dari pertanian, terutama dalam bentuk metana. Asal tahu saja, metana memiliki lebih dari 80 kali kekuatan pemanasan karbon dioksida (CO2) selama 20 tahun pertama di atmosfer. Selama periode 100 tahun, suhunya mencapai 28 hingga 34 kali lebih panas daripada CO2.

Lebih dari 85 persen total emisi metana Selandia Baru berasal dari perut dan kotoran hewan. Pada sapi, 95 persen metana diembuskan lewat sendawa, sementara lima persen dikeluarkan melalui gas. Pada 2019, metana di atmosfer mencapai tingkat rekor, sekitar dua setengah kali di atas apa yang ada di era pra-industri.

Baca Juga  Tiga Insentif Perpajakan untuk Investasi Energi Bersih

Kelompok tersebut merekomendasikan pemerintah memperkenalkan retribusi gas split tingkat pertanian pada emisi pertanian dengan insentif built-in untuk mengurangi emisi dan menyerap karbon.

“Rekomendasi kami memungkinkan produksi pangan dan serat berkelanjutan untuk generasi mendatang sambil memainkan peran yang adil dalam memenuhi komitmen iklim negara kita,” kata Michael Ahie, Ketua Kemitraan Sektor Primer He Waka Eke Noa.

Di Perjanjian Paris, Selandia Baru telah berjanji untuk mencapai target nol bersih pada tahun 2050 dan rencana untuk mengenakan pajak pada kotoran ternak adalah bagian dari inisiatif yang lebih besar. Negara ini memiliki peta jalan untuk sektor energi, transportasi, limbah dan pekerjaan yang dimulai pada tahun 2025 untuk memerangi perubahan iklim.

Baca Juga  Ada Pajak Karbon, Pertamina Inisiasi Green Fuel Project

Langkah-langkah sebelumnya untuk mengenakan pajak kepada para petani telah mendapat perlawanan keras, tetapi Menteri Perubahan Iklim Selandia Baru James Shaw menganggap itu adalah awal yang baik.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *