in

Realisasi Insentif PPh 21 Hadapi Kendala

Foto: Febrio Kacaribu (Kepala BKF)

Jakarta – Implementasi dari stimulus fiskal berupa insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) ditanggung Pemerintah (DTP) masih menghadapi sejumlah kendala. Hal itu diakui oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam acara diskusi virtual yang digelar BKF, Pada Jumat (24/7/2020).

“Satu hal yang kita agak concern itu adalah pemanfaatan stimulus PPh 21 DTP. Ini harapannya untuk menjadi uang yang diterima oleh pekerja di kelompok kelas menengah. Ini adalah yang pendapatannya di bawah Rp 200 juta satu tahun,” kata Febrio.

Ia lantas mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan program ini. Kendati demikian, proses pemberitahuan atau permohonan pemanfaatan insentif akan lebih disederhanakan, sehingga bantuan yang dikhususkan untuk kelompok menengah ini bisa segera terealisasi.

“Ini mengalami kendala karena masalah teknis, masalah administrasi, masalah pendataan. Ini akan di-simplify segera, supaya bujet yang disediakan sekitar Rp 25 triliun itu harapannya bisa sampai ke kantong masyarakat,” ujarnya.

Menurut Febrio, target dari stimulus PPh 21 DTP ini adalah kelas menengah yang juga ikut terdampak pandemi Covid-19. Sementara untuk masyarakat miskin sudah menerima berbagai skema bantuan dalam program perlindungan sosial.

“Pemerintah harus bekerja lebih cepat lagi, mengubah skema-skema yang tadinya rumit menjadi lebih sederhana dan lebih cepat untuk sampai ke masyarakat. PPh 21 DTP akan dibuat lebih simple supaya uangnya bisa langsung diterima pekerja kelas menengah,” tutupnya.

Foto: Febrio Kacaribu (Kepala BKF), saat diskusi virtual.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Sri Mulyani: AS Tak Terima, Kesepakatan G20 Terkait Pajak Digital

Moral Pajak, Opsi Peningkatan Kepatuhan Pajak