in

Moral Pajak, Opsi Peningkatan Kepatuhan Pajak

Moral pajak merupakan motivasi intrinsik wajib pajak untuk mematuhi dan membayar pajak, sehingga sudah selayaknya menjadi fokus utama kebijakan otoritas pajak (Cahyonowati, 2011). Ditambah dengan sistem pajak Indonesia yang masih menganut self assesment system untuk diterapkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, yaitu sistem yang memberikan keleluasaan dalam menghitung, melapor, menyetor dan mempertanggungjawabkan kewajiban pajak WPOP kepada otoritas pajak.

Sistem self assesment ini rawan sekali dengan kemungkinan adanya kebohongan, kecurangan dan penundaan dalam pelaporan maupun penyetoran, sehingga diperlukan suatu motivasi yang kuat dari masing-masing WP yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk patuh dan taat pada undang-undang perpajakan yang berlaku.

Moral masyarakat akan mempengaruhi pengumpulan pajak oleh fiskus. Dengan integritas tinggi tentunya pemenuhan kewajiban perpajakan akan lebih baik. Kepatuhan wajib pajak akan lebih baik jika moral penduduk baik.

Keinginan untuk meloloskan diri dari pajak baik ilegal maupun legal akan lebih termotivasi dengan kondisi moral masyarakat yang rendah. Moral masyarakat yang buruk akan menghambat pemungutan pajak, ketidakpatuhan akan mendominir kewajiban perpajakan wajib pajak.Sebagian Wajib Pajak sudah mengetahui tentang moral pajak, namun masih terdapat Wajib Pajak yang belum mengetahui mengenai moral pajak.Sebaiknya pihak DJP bisa memasang tulisan-tulisan ataupun atribut mengenai moral pajak sebagai tambahan informasi juga ilmu agar semua Wajib Pajak dapat mengetahui dan memahami tentang moral pajak, sehingga dapat membantu menumbuhkan kepatuhan para Wajib Pajak nantinya. Orang Bijak Taat Pajak.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Realisasi Insentif PPh 21 Hadapi Kendala

Relawan Pajak, Universitas Singaperbangsa