in ,

BEI: IHSG Melemah 0,59 Persen Jelang Akhir Tahun

Sedangkan tujuh sektor justru berakhir di zona merah, yakni  sektor transportasi dan logistik terjun 1,59 persen, teknologi melorot 0,85 persen, perindustrian melemah 0,68 persen, kesehatan tergerus 0,45 persen, properti dan real estate turun 0,28 persen, infrastruktur melemah 0,22 persen, keuangan turun 0,12 persen.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Dimas Pratama sebelumnya dalam risetnya menilai meskipun IHSG turun menjelang akhir tahun, namun perkembangan mengenai varian Omicron serta pemberian izin darurat bagi obat COVID-19 produksi Pfizer akan berimbas positif terhadap kinerja IHSG di akhir tahun 2021 nanti.

“Pergerakan indeks acuan berpotensi kembali menguat pada rentang 6.500–6.620,” kata Dimas.

Kepada Pajak.comSenior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Martha Christina mengatakan, secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang 6.394 hingga 6.687.

Baca Juga  Keuntungan dan Risiko Investasi Reksa Dana

“Ketidakpastian mengenai pemulihan ekonomi pascapenyebaran varian Omicron diperkirakan masih akan membebani pergerakan dan melemahnya IHSG pada Desember akhir tahun ini. Rencana bank sentral AS, The Fed untuk mempercepat penyelesaian tapering juga menjadi katalis negatif bagi IHSG. Namun, IHSG masih berpotensi menguat karena adanya window dressing (strategi mempercantik portofolio investasi yang dilakukan perusahaan maupun manajer investasi) di akhir tahun,” jelas Martha dalam pesan singkat, pada (25/12).

Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk mengkombinasikan portofolio investasi di akhir tahun 2021. Misalnya saham-saham yang defensif, seperti sektor telekomunikasi. Lalu, dikombinasikan dengan sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti perbankan dan industri.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0