in

Pajak Bertutur untuk Sadar Pajak sejak Dini

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtiyas, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Jumat lalu (9/11), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggandeng para insan pendidikan dalam gelaran Pajak Bertutur yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT) semua dirangkul oleh DJP.

Pajak bertutur merupakan kegiatan mengajar tentang kesadaran pajak pada semua jenjang pendidikan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Gelaran ini merupakan salah satu rangkaian dari Pekan Inklusi yang diprakarsai oleh DJP.

DJP tidak sendiri. DJP menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Indonesia, serta Gerakan Literasi Nasional untuk mendukung program ini. Memorandum of Understanding (MoU) antara DJP dan rekanan juga telah ditanda tangani tentang Edukasi Kesadaran Pajak. Untuk memudahkan proses pembelajaran, DJP juga telah menyediakan sarana materi yang mudah diakses di microsite edukasi.pajak.go.id.

Berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan Pajak Bertutur, di lapangan masih banyak peserta didik yang belum begitu paham tentang pajak. Namun, setelah diberikan pemahaman sedikit, mereka langsung sadar. Bahkan beberapa peserta didik telah dapat mengaitkan pajak dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya peserta didik bercerita tentang ketika makan di restoran juga ada penambahan harga untuk pajak.

Pengenalan kesadaran pajak ini ditanamkan agar para peserta didik paham bahwa pajak sangat penting bagi negara ini. Alasan pertama, pajak begitu berpengaruh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Lebih dari 80% sumber penerimaan dalam APBN berasal dari pajak. Dapat dibayangkan bukan apabila para wajib pajak banyak yang tidak patuh?

Belanja Negara dapat tercukupi melalui pajak sebagai alasan kedua. Belanja Negara ini dapat berupa infrasntruktur nasional, komoditi pokok, hingga pembangunan nasional lainnya. Cinta tanah air juga melalui hal ini kan?

Pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak akan diolah oleh Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan di negeri ini. Pemerintah melalukan pemerataan pendapatan rakyatnya juga melalui pajak. Secara tidak langsung, wajib pajak telah turut peduli dengan saudara di negerinya sendiri. Itu alasan ketiganya.

DJP yakin dan percaya bahwa para peserta didik yang telah sadar pajak sejak dini akan menjadi wajib pajak yang taat dan patuh aturan. Kesadaran pajak ini juga bagian dari bela negara bagi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter.

Tentunya, proses penyampaian materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang diampu dan menggunakan bahasa pendekatan yang baik. Misalnya untuk kelas rendah di SD, kelas 1 sampai dengan kelas 3, menggunakan media gambar-gambar berbagai macam fasilitas umum yang ada di sekitarnya. Dan untuk jenjang SMA, kegiatan pembelajaran kesadaran pajak dapat diberikan melalui pemberian proyek, diskusi, maupun problem based learning.

Sumber : https://pajak.go.id/artikel/pajak-bertutur-untuk-sadar-pajak-sejak-dini

What do you think?

950 points

Written by pajakdotcom

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Komentar

0 komentar

Pajak Bertutur Menyambut Bonus Demografi

Kewajiban Pelaporan Perpajakan itu Melekat Penuh kepada Wajib Pajak